National Pharmacy Games
Seperti tahun - tahun sebelumnya, Universitas Katolik Widya Mandala pun tahun ini mengadakan lomba Farmasi dengan skala nasional untuk siswa/siswi SMA. Pada kesempatan kali ini, Frateran mengirimkan 3 tim ( yang masing masing tim beranggotakan 3 orang ).
Di babak penyisihan, soal yang diberikan dalam bentuk tes tertulis. Dilanjutkan dengan babak perempat final yang berupa rally games. Serta babak semifinal yang berupa praktikum, yaitu menyediakan satu macam sediaan farmasi. Dan untuk babak final yaitu adu cepat tepat.
Untuk bebak penyisihan, perempat final dan semifinal, ketiga tim dari Frateran dapat lolos dengan mudahnya mengalahkan sekolah - sekolah lain. Namun, sayang dari babak semifinal menuju ke babak final, Frateran hanya dapat meloloskan 1 tim saja. Bayangkan saja, dari 40 tim di babak semifinal, hanya dipilih 3 tim terbaik untuk masuk final. Benar - benar perjuangan hingga titik darah penghabisan
Di babak final ini, tim Frateran bertanding melawan SMA kolose Santo Yusuf Malang dan Petra 1. Di babak final ini lah, pertandingan yang sebenarnya baru dimulai.
Suasana tegang mulai menyelimuti pertandingan final kali ini. Namun ketika giliran tim Frateran mulai memperkenalkan diri, suasana mulai mencair dengan tawaan dari seluru panitia dan penonton. Babak final ini dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama dapat dilalui dengan cukup baik. Di sesi kedua pun, Frateran dapat melaluinya dengan baik. Bahkan dengan celetukan panita ” jek cepet e” yang samar - samar terdengar ketika tim Frateran berhasil menjawab soal matematika. Di sesi ketiga ini, layaknya seluruh pandangan mata dan pusat perhatian tertuju pada Frateran. Bayangkan saja, ketika soal belum selesai dibaca, tim Frateran sudah memencet bel dan menjawab dengan benar gambar yang tertera di layar LCD. Selang beberapa saat, soal yang hampir sama dengan soal gambar di layar LCD pun muncul lagi. Lagi - lagi, belum selesai panitia membacakan soal, tim Frateran sudah memencet bel. Namun, kali ini tidak semulus yang tadi. Karena yang ditanyakan adalah nama latin dari gambar tadi ( mengkudu ), spontan saja seluruh panitia dan penonton tertawa melihat reaksi tim Frateran yang kaget bahwa yan ditanyakan adalah nama latin. Belum lagi ketika akhirnya tim Frateran dengan terpaksa menge “ pass “ soal tersebut, gelak tawa dari panitia, juri, dan penonton pun semakin membuat ramai suasana. Kegagalan adalah langkah dari keberhasilan, selang beberapa saat muncul pertanyaan “ Disebut apakah orang yang membantu apoteker? “ Tim Kosayu Malang yang dari tadi menjawab pun, hanya terdiam kebingungan. Begitu pula dengan tim dari Petra 1. Sedangkan tim dari Frateran, mencoba mengadi nasib dengan menjawab “ Asisten apoteker “. Belum sempat dijawab benar atau salah oleh tim juri, spontan seluruh panitia langsung bertepuk tangan. Pertanda bahwa jawaban yang diberikan benar. Tim Kosayu pun nampaknya terlihat shock keki dengan jawaban pertanyaan tadi.
Setelah sesi ke 3 ini, diumumkan pemenangnya. Juara1 ditempati oleh pihak Kosayu Malang, juara 2 dari SMAK Frateran ( Yulius Tejapranata, Aldo Tjundawan, Helvine Adisumarto), dan juara 3 dari Petra 1. Masing - masing tim mendapat hadiah 4 juta ( juara 1 ), 3 juta, dan 2 juta, ditambah sertifikat + piala + gratis formulir pendaftaran ke Universitas Widya Mandala + pengalaman yang tak terlupakan.
Target selanjutnya adalah lomba kedokteran ( MedSpin ) di Unair.















